Kortisol adalah ‘hormon stres’ dengan ketukan yang buruk. Kebanyakan orang menganggapnya sebagai penjahat di dalam tubuh. Karena berhubungan dengan penambahan berat badan, berkurangnya otot dan membahayakan sistem imunitas tubuh. Tetapi apakah ada yang dapat kita lakukan? Gali lebih dalam sedikit, Anda akan belajar mengenainya, dan benar Anda dapat melakukan sesuatu mengenai stres.
Sebagai permulaan, penting untuk mengetahui mengapa tubuh membuat kortisol. Kortisol adalah suatu hormon yang diproduksi oleh kelenjar adrenal yang dikeluarkan sebagai respon terhadap stres fisik dan mental. Tujuannya adalah untuk membantu menyalurkan makanan dengan lebih baik selama stres, dan untuk mengirimkan signal ke sistem imun agar berhenti bekerja melalui terjadinya peradangan. Karena alasan ini, suntikan kortisol diberikan oleh dokter untuk mengatasi reaksi alergi, artritis dan kondisi peradangan lainnya.
Kadar kortisol juga berfluktuasi sepanjang hari. Pada kenyataannya, kadar kortisol yang bervariasi menunjukkan bahwa sistem endokrin memberikan tanggapan dan berada pada kondisi sehat. Jika tubuh kehilangan kemampuan untuk menanggapi stres, akan mengakibatkan kondisi kesehatan yang buruk.
Ketika Tidak Khawatir
Kadar kortisol yang sehat penting bagi tubuh untuk menanggapi stresor (pencetus stres) dan membuat kita tetap siaga ketika terjadi sesuatu yang tidak kita harapkan. Ketika tubuh mengalami suatu masalah atau trauma, tanggapan pertama dari tubuh adalah terjadinya proses peradangan. Coba ingat ketika Anda terbentur di jari tangan atau di lutut. Jari tangan atau lutut Anda akan bengkak dan meradang. Hal ini disebabkan karena adanya serbuan aliran darah ke area yang terluka untuk menghantarkan nutrisi penting yang membantu proses penyembuhan. Tetapi Anda tidak ingin peradangan terjadi terus menerus dan inilah waktunya kortisol muncul. Kortisol adalah suatu hormon yang dilepaskan oleh tubuh untuk meredakan peradangan dan membuat kondisi kembali seperti semula. Tanpa kortisol, dapat terjadi peradangan berkepanjangan, yang menyebabkan meningkatnya risiko penyakit seperti peradangan saluran cerna atau penyakit autoimun.
Fungsi lain dari kortisol adalah pada jalur langsung ke tubuh yang menyediakan bahan bakar ketika tidak cukup kadar glukosa pada saat stres. Sebagai contoh, ketika ada seekor anjing mengejar Anda dijalan. Kortisol membantu memberikan bahan bakar yang dibutuhkan dengan cepat untuk dapat berlari. Atau, kortisol dapat membantu pada saat melakukan latihan tungkai bawah yang berat. Dalam hal ini, tubuh menarik asam amino dan mengubahnya menjadi energi melalui proses yang kita kenal sebagai glukoneogenesis. Tanpa efek kortisol yang dengan cepat menyediakan bahan bakar, tubuh tidak dapat berfungsi dengan efisien.
Ketika Kortisol Berubah Menjadi Jahat
Sekarang kita berbicara mengenai sisi lain dari kortisol; ketika kadar kortisol secara berkepanjangan meningkat, kortisol mulai berfungsi diluar kebiasaannya. Masalahnya stresor (pencetus stres) datang dalam berbagai macam bentuk. Beberapa akan menghasilkan respon ‘lawan atau lari’, dan muncul dalam jangka pendek. Tetapi yang lain seperti stres psikologis yang terus menerus, dapat menyebabkan kadar kortisol yang terus meningkat. Ketika itulah kortisol berubah menjadi jahat dan menyebabkan kondisi kesehatan yang serius termasuk kehilangan masa otot, resistensi insulin dan faktor risiko kardiovaskular.
Menjaga Kadar Kortisol
Ketika kortisol muncul, kita harus mulai memperhatikan keseimbangan kesehatan. Dibawah ini ada beberapa cara untuk menjaga kadar kortisol:
- Olah raga, makan karbohidrat. Olah raga berat dapat meningkatkan kadar kortisol hingga 50%. Tetapi bukan berarti Anda tidak boleh berolah-raga. Aktivitas fisik yang teratur akan memberikan manfaat secara signifikan untuk kesehatan, termasuk mengurangi stres berkepanjangan. Konsumsi karbohidrat sebelum, selama dan/atau setelah olah raga yang cukup berat membantu mengurangi respon kortisol. Ketika karbohidrat dikonsumsi – sebagai contoh e+ sebelum olah raga – tubuh tubuh tidak perlu memproduksi gula sendiri sehingga tidak terjadi peningkatan kortisol atau kerusakan otot. Dengan konsumsi protein bersamaan dengan karbohidrat selama dan langsung setelah olah raga, kortisol dan pemecahan otot berkurang, terjadi peningkatan pembentukan otot dan glikogen.
- Tambahkan zat adaptogen. Lengkapi tubuh Anda dengan zat adaptogen yang membantu melawan dan mengurangi stres. Zat adaptogen – didapat dari ashwagandha, eleuthero, dan wolfberry – merupakan tanaman unik yang telah diteliti karena kemampuan mereka dalam bertindak sebagai regulator metabolisme dan membantu kinerja mental dan fisik. Untuk membekali tubuh dengan zat adatopgen yang melawan stres, gunakanlah beberapa produk Isagenix yang mengandung zat adaptogen seperti Ionix Supreme atau e+.
- Meditasi. Stres psikologi bukan hanya mempengaruhi pikiran, tetapi juga berpengaruh terhadap telomer, penanda biologis dari penuaan sel. Peningkatan kadar hormon stres yang berkepanjangan termasuk kortisol dapat membuat telemor memendek dan penuaan dini. Untuk mengurangi stres psikologis, cobalah meditasi, yang telah menunjukkan kemampuan untuk mengurangi stres mental dan melindungi panjang telomer melalui penelitian
- Tidur. Tidur yang berkualitas sangat bermanfaat untuk memelihara dan memperbaharui fungsi tubuh. Ketika tidur, tubuh tetap bekerja, mmebangun dan memperbaiki. Tetapi ketika Anda kurang mendapatkan tidur yang berkualitas, hormon stres termasuk kortisol meningkat yang menyebabkan ditekannya sistem imun. Pastikan Anda mendapatkan waktu tidur yang cukup sekitar 7 sampai 9 jam setiap malam utnuk membantu kadar kortisol yang sehat.
Komentar
Posting Komentar